Seni Mendengarkan

Sobat blogger, tahukah sobat bahwa Orang dewasa menghabiskan 70% waktu terjga mereka dengan berkomunikasi. Setiap jenis kominikasi terdiri atas bagian bagian berikut :

Menulis 14" Berbicara 14% Membaca 17% dan mendengar 53%

Selain menjadi bentuk komunikasi yang paling sering digunakan bahkan melebihi gabungan tiga yang lain. Mendengarkan telah dinyatakan sebagai keterampilan berkomunikasi paling pentin dalam pekerjaan. Sebuah penelitian yang mengaitkan keterampilan mendengarkan dengan sukses dalam karier menunjukkan pendengar yang lebih baik mendapatkan posisi yang lebih tinggi dalam organisasi mereka.

Mereka mendengarkan bukan sekedar duduk diam sementara orang lain berbicara. Penelitian menunjukkan bahwa orang hanya mengingat separo dari apa yang mereka dengar langsung setelah mendengarnya. Dalam dua bulan. deparo dari informasi ini akan hilang kecuali jika diulangi atau digunakan. Tingkat lupa yang tinggi ini sebenarnya tak terlalu buruk jika kita mengingat betapa banyak yang kita dengarkan dalam satu hari.

Mendengarkan secara efektif tergantung pada empat faktor menggunakan indrapendengaran, memperhatikan,  memahami, dan menanggapi.

Menggunakan Indra pendengaran (hearing) dan mendengarkan (listening) tidak sama. Hearing adalah proses fisik yang hany abisa dihentikan oleh luka, usia lanjut, penyakit, atau sumbat telinga. Listening tak bersifat otomatis. Banyak orang menggunakan indra pendengaran tapi tidak mendengarkan. Kita berhenti mendengarkan alrm mobil atau saat merasa sebuah topik tidak penting, tau tidak menarik. Iklan dan keluhan adalah contoh pesan yang tertangkap oleh indra pendengaran kita tapi tidak kita dengarkan. Makna sejarit mendengarkan tidak hanya melibatkan indra pendengaran.

Memperhatikan adalah sebuah proses psikologis. Kebutuhan, Keinginan, dan hasrat kita menentukan apa yang kita perhatikan. Kita tidak mungkin memperhatikan setiap suara yang terdengar, oleh karena itu dengan sadar kita menyaring beberapa pesan dan memusatkan perhatian pda yang lain. TIngkat perhatian tergantung pada tingkat imbalan. Jika sedang mencoba menjual sesuatu, Sobat akan mendengan cermat memperhatikan dengan cermat saat kita melihat kemungkinan mendapat imbalan dengan melakukan hal itu.

Memahami tergantung pada pengetahuan dan inteligensi sang pendengar. Pertama tama, Sobat harus melakukan bahasa jargon, dan istilah khusus si pembaca. lalu sobat harus bisa mengerti makna pesan yang disampaikan , meskipun seandainya si pembaca mengoceh tak menentu atau tidak jelas penuturannya. Sobat akan memerlukan pengetahuan utnuk bisa memahami ucapan yang tak beraturan atau pesan yang bercampur baur. Pesan dan empati juga mempengaruhi pemahaman atas apa yang diucapkan.

Menanggapi adalah memberikan masukan kepada si pembaca . Menanggapi -menjawab pertanyaan dan bertukar pikiran hanya bisa terjadi setelah mendengarkan dengan cermat. :)

Pembicara yang efektif hanya mendengarkan sebagian yang diucapkan si pembaca. bagian yang bagi mereka menarik. Kita semua kadang melakukannya, saat kita mengalihkan perhatina dari iklan TV. Pada kesempatan lain. ketika muncul sebuah topik yan gtidak ingin kita hadapai, kita tidak mendengar atu memperhatikannya.  Jika sobat mengingakan sesorang remaja tentang pekerjaan yang tidak selesai, nilai yang buruk, dn semacammnya, ia mungkin akan mengangguk atau menjawab singkat. dan kemudaian langsung melupakan apa yang baru sobat katakan :-)
6 Komentar untuk "Seni Mendengarkan"
 
Copyright © 2014 Opick Amikom - All Rights Reserved
Costum By Mataram Web