Kekerasan dalam Pacaran

Sedih KU
Tadi pagi saya melihat berita di Trans7 mengenai maraknya KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga, menurut survey bahwa kekerasan dalam rumah tangga mengalami pelonjakan yang sangat signifikan dari tahun 2009-tahun 2010. belum lagi survey untuk tahun 2011 ini..

Mendengar berita itu membuat saya teringat dengan apa yang terjadi semalam, jujur saja saya paling membenci kekerasan, karna bagi saya kedamaian itu adalah segala-galanya untuk saya, apalagi kekerasan dalam berumah tangga, saya sangat benci itu. tapi berhubung saya belum menikah , saya ingin menulis mengenai kekerasan dalam pacaran, karna saat ini saya belum menjalankan pernikahan. 
Saat ini saya mempunya seorang yang sangat istimewa di hati saya, sebagaimana seorang pecinta lainnya, saya ingin memberikan yang terbaik untuk orang yang saya cintai, saya igin menjadi wujud seorang pecinta cinta sejati. Seorang pangeran dengan penuh kasih sayang kepada sang permaisyuri hatinya.

Seperti layaknya manusia biasa, yang tidak ada kesempurnaan yang ada pada dirinya, begitu juga saya, ada sifat buruk saya yang seharusnya saya hentikan. Malam itu saat ia menerima telpon dari temannya, saya gak ngerti apa maksudnya, karan mereka menggukan bahasa daerahnya sendiri, maklum kami adalah dua insan yang mempumyai suku dan bahasa yang berbeda, tapi ada satu hal yang saya mengerti dari ucapan orang yang saya sayangi itu, kata yang gak enak untuk saya tuliskan.

Mendengar ucapan itu, spontan tangan saya, mendarat di pipinya, "gak usah ngomong kayak gitu, gak seneng saya" tamparan itu mendarat di pipinya, tapi maaf tamparan itu tidak sakit, tidak menggunakan emosi, tamparan yang sewajarnya, tamparan yang di dalamnya mengandung kasih sayang, tidak keras, bahkan terkesan canda.


Saya tidak tau, apakah ini termasuk kekerasan dalam berpacaran atau bukan, karana itu adalah respon terhadap kesalahan yang ia lakukan,  tapi yang jelas, itu saya lakukan tidak ada rasa benci di hati saya, tidak ada emosi, semua itu saya lakukan atas dasar kasih sayang, ( ehm.. masak sich ) gak tau dah.. pokoknya itu alasan saya, semua itu terjadi karna responsip terhadap hal-hal yang saya tidak senang. Mendapatkan perlakuan seperti itu pacar saya protes, dan memberikan respon yang serius terhadap perlakuan saya itu.

Jika saya boleh memberi alasan lain kenapa saya melakukan hal itu, karan saya tidak ingin hal itu terulang lagi, saya ingin ia mengeluarkan kata-kata yang indah yang menyejukkan hati setiap telinga yang mendengarnya, karna saya tidak ingin dia mendapatkan mudarat dari ucapannya,, yang tentunya hukuman yang diberikan tuhan jauh lebih keras dari sekedar tamparan kasih sayang yang aku berikan.

Apa iya memukul itu tanda kasih sayang, ???

Sekali lagi saya tegaskan, saya benci kekerasan.. !!!
0 Komentar untuk "Kekerasan dalam Pacaran"
 
Copyright © 2014 Opick Amikom - All Rights Reserved
Costum By Mataram Web